Hujan Meteor Lyrids – 22 April 2008

Anda ingin menyaksikan puncak hujan meteor Lyrids pada 22 April 2008
mendatang? Anda bisa menyaksikannya dengan mata telanjang.
Petunjuknya, gugus bintang yang membentuk angsa terbang di angkasa.
“Kalau melihatnya dari Jakarta, di arah 50 derajat di utara. Bisa
diamati dengan mata telanjang pada menjelang subuh,” ujar peneliti
utama astronomi Lapan Thomas Djamaluddin.
Thomas menjelaskan, bila cuaca cerah pada 22 April, carilah rasi
bintang Signus. Dalam rasi itu, bintang bergugus membentuk angsa
yang sedang terbang dengan dua sayap terbentang dan posisinya tengah
menghujam ke bawah.
“Lalu lihat di sayap kirinya. Di sana ada rasi Lira yang bentuknya
seperti layang-layang. Nah di situlah nantinya hujan meteor akan
terlihat,” lanjut Thomas.
Di rasi Lyra terdapat bintang yang cukup terang yaitu bintang Vega.
Bintang paling terang kelima di langit malam ini dapat dijadikan
panduan arah meteor tersebut.
“Memang meteornya tidak besar, karena itu kan seperti debu yang
menyala. Kayak kembang api. Cuma sebentar juga. Seperti bintang
jatuh begitu,” jelas Thomas.

Terancam Purnama

Bintang jatuh akan terlihat jelas bila daerah tersebut terbebas dari
polusi cahaya. Karenanya, apabila ada bulan purnama maka hujan
meteor akan sulit terlihat.
“Kemungkinan pada 22 April mendatang adalah purnama atau bulan
setelah purnama. Jadinya agak susah,” tandas Thomas.
Hujan meteor memang hal yang lumrah terjadi. Namun peristiwa itu
tetap saja ditunggu sebagian orang. Pada 22 April 2008 akan menjadi
puncak hujan meteor Lyrids.
“Hujan meteor Lyrids ini sebenarnya mulai terjadi pada tanggal 20
hingga 23 April. Tapi puncaknya adalah pada 22 April,” ujar peneliti
utama astronomi Lapan Thomas Djamaluddin.
Hujan meteor Lyrids sebenarnya tidak terlalu terkenal. Sebab bukan
termasuk hujan meteor kelas besar. Meski demikian, bagi pecinta
astronomi tentunya hal ini tidak akan dilewatkan begitu saja.
“Titik radian meteor ini berasal dari rasi Lyra. Karena terjadi pada
bulan April maka dikenal dengan April Lyrids. Diperkirakan sekitar
10-20 meteor per jam yang akan terlihat saat puncak,” lanjut Thomas.
Menurut Thomas, negara-negara yang berada di garis lintang menengah
akan lebih leluasa menyaksikan hujan meteor ini. Sebab posisi hujan
meteor di posisi 33 derajat. Negara yang leluasa menyaksikannya
adalah Jepang dan China.

Sumber: Detiknews

One Response

  1. Aduh sayang banget tadi pagi langit Serpong dsk lagi berawan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: