Mogok Waktu Ambil Uang Lembur

Siang itu aku bahagia sekali,karena uang lemburan udah turun. Tanpa tunggu waktu aku bilang ke mas Kiki untuk dititipin aja ama rekan NMc yang jaga malam soalnya bakal mau aku ambil langsung.

Selepas maghrib aku jalan bareng sama mas Irfan ke Cyber naek Grand 92 dari German Center. Sekalian mau ngajak jalan-jalan si ‘Grand’ yang dah lama gak ngeliat ramainya Jakarta. Jalur yang dipilih sesuai saran mas Irfan yaitu lewat Bintaro, aku sih ok-ok aja karna dia udah sering lewat situ. Namun baru aja lepas Polsek BSD eh motorku oleng dan ternyata ban belakangku kempes. Alamak, akhirnya dorong motor ke tambal ban terdekat. Abis selesai ditambal kami melanjutkan perjalanan,kali ini mas Irfan yang jadi ‘rider-nya. Dengan percaya diri dia meliuk-liuk jalan alternatif di Bintaro. Akhirnya sampailah kami di Palmerah. Sampai diputaran kolong jalan layang Slipi tiba-tiba motor kembali oleng,dan kekuatiran kami terjadi lagi,ban belakang kembali bocor huuuuuuuu.

Aksi dorong-mendorong motor kami lakoni kembali. Kali ini ketemu denganbapak-bapak setengah baya di pinggir jalan. Ngobrol ngalor ngidul selesailah 2 lubang ban yang bocor,satu ban di bakar,dan satu lagi di lem tiptop. Kamipun kembali meneruskan perjalanan diiringi optimisme dari penambal ban bahwa ban kami gak akan bocor lagi.

Baru aja masuk jalur protokol didepan gedung DPR/MPR Gatot Subroto,motor kembali oleng. Lagi-lagi ban mengalami bocor. Aduh ya Allah,ada apa ini?Ban kami selanjutnya dioprek oleh sdr ‘lay’ yang selalu setia dipinggir jalan. Hasil tambalan tiptop menurut dia tidak bagus,akhirnya ditambal lagi. Setelah itu kamipun meneruskan perjalanan ke Cyber dan alhamdulillah sampai di Cyber.

Walau tampak kusut kami tersenyum semringah saat ketemu Febri yang dititipi uang lemburan. Alhamdulillah,batinku. Setelah itu aku masuk ke ruang CS,dimana dulu itu tempat kerjaku pertama di Indoxxx. Aku ketemu Agik, Izal, Rusli,Koko, dan KK Tedi. Kepada Agik,aku kasih titipan dari istriku kebetulan Agik belum lama ini mendapat karunia titipan dari Allah SWT dengan dilahirkannya seorang putri yang cantik.

Sekitar pkl.22.00 aku memutuskan pulang. Mas Irfan pulang ke Bekasi sedang aku pulang naek ‘Grand’. kekuatiran masih menyelinap karena keluar parkir kondisi ban sudah agak berkurang anginnya seperti ‘bocor halus’. Aku nekat aja sambil menaikinya dengan sedikit kebut. namun ban hanya bertahan sampai bundaran Pondok Indah. Ban langsung oleng dan akupun kembali mendorong motor. Untungnya tidak jauh dari saat dorong aku ketemu tambal ban yang udah mau tutup dan dengan baik hati dia buka lagi ‘lapak’nya. Sambil ngobrol ternyata ‘beliau’ ini asli Klaten, ya gak jauh-jauhlah sama kelahiran ortuku yang di Wonogiri. Aku memutuskan untuk ganti ban dalam saja karena takut nanti kejadian bocor terulang lagi dan hari sudah malam. Terpakailah uang lemburanku untuk beli ban dalam 28 rb.

Sekitar pkl.24.00 akhirnya alhamdulillah sampai dirumah dan disambut istri tercinta.

One Response

  1. Mas… ente waktu mau berangkat izinnya kurang ikhlas kalie dari bini tuh.. gile bener 4x nambal.sesok2 kl mau ambil lemburan di titipke wae yo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: