Catatan ini ditulis sebagai panduan singkat mata pelajaran Administrasi Server yang diberikan kepada siswa-siswi jurusan TKJ tingkat SMK. Kalau di kurikulum KTSP 2006 diberikan dikelas XII, sedangkan pada kurikulum 2013 sudah masuk di kelas XI.
Oh iya guys, karena panduan singkat, jadi tidak sampe detil dan plek dengan buku atau softcopy yg ada di kurikulum yah. Intinya belajar bareng dari awal dan targetnya punya kemampuan dasar dalam mengelola sebuah server dalam memberikan layanan yang diperlukan oleh client.
Konfigurasi IP address pada Linux Debian
Hak akses pada linux ada 2, yaitu user biasa dan super user (root). Pada user ‘root’ kita diperbolehkan melakukan perubahan, penambahan, dan penghapusan file konfigurasi sistem. Jika user biasa, hak aksesnya terbatas. Perbedaan antara user biasa dan root ditandai dengan simbol “$” dan “#”


Tapi user biasa bisa saja masuk root dengan perintah ‘sudo’ asal tahu password root-nya.
Selanjutnya untuk konfigur ip address, kita lihat dulu interface yang aktif di server dan interface mana yang akan kita buat ip address-nya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengetikkan perintah ‘ip a’ :

Disana terlihat ada 3 interface, yaitu lo, eth0, dan eth1. lo merupakan interface loopback (tidak usah diutak-atik karena ini akan digunakan pada aplikasi-aplikasi agar dapat berjalan pada computer localhost). Misalnya kita pilih eth0 untuk konfigurasi ip address-nya. Agar konfigurasi tetap ada setelah kita reboot mesin, maka konfigurasi dilakukan dengan menambahkan/edit file interfaces. Ketikkan perintah : nano /etc/network/interfaces maka kita akan masuk dalam teks editor interfaces.

Lakukan penambahan konfigurasi ip address sesuai blok ip address yang diinginkan, misalnya sebagai berikut :

Simpan konfigurasi diatas dengan perintah shortcut “Ctrl+O” dan keluar dengan perintah “Ctrl+X”. Lalu agar konfigurasi tersebut berjalan, kita harus me-restart service network interface-nya dengan perintah “service networking restart”

Sampai disini konfigurasi telah berhasil dilakukan. Cek akhir bisa dengan perintah “ifconfig”

(Selanjutnya…Bag.2 Konfigurasi DHCP Server)
Filed under: Informatika-Komputer | Leave a comment »